‘Jambea’ Untuk Mertua Sebagai Antaran Buka Puasa

page
Bentuk jambea yang diantarkan ke rumah mertua

Biasanya di bulan puasa, antaran berbuka menjadi hal yang wajib bagi seorang menantu, apalagi yang baru menikah (dara baro). Antaran buka puasa biasanya dibuat oleh istri untuk diberikan kepada mertuanya atau orang tua dari suami. Antaran itu berisi takjilan untuk berbuka puasa. Saat membawa antaran, si istri dan suami beserta anak-anak mereka haruslah berbuka di kediaman orang tua suami, itu jika mereka tidak tinggal lagi di pondok mertua indah.

Antaran berbuka puasa ini tentunya berbeda antara pasangan suami istri yang sudah lama menikah, dengan pasangan baru. Dalam budaya suku aneuk jamee, jika seseorang baru menikah haruslah menghantarkan jambea kepada mertuanya. Baca (http://yellsaints.blogspot.co.id/search?q=Hantaran+ke+Rumah+Mertua+Saat+Meugang)  Jambea ini biasa diantarkan di tahun pertama pernikahan atau dalam istilah bahasa aneuk jamee (baru-baru). Jambea diantar saat perayaan hari-hari besar seperti saat menjelang bulan ramadhan, dan menjelang hari raya idul fitri dan idul adha. Tujuan diantarnya jambea ini untuk mempererat hubungan silaturahmi antara menantu dengan mertua dan keluarga istri serta suami.

Sebelum si istri mengantarkan jambea ke rumah mertua, terlebih dahulu si mertua (ibu dari suami) mengantarkan bahan-bahan dapur seperti minyak goreng, tepung, gula, beras, kelapa, dan sebagainya ke rumah menantunya. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan sang menantu untuk membuat jambea. Dengan bahan-bahan yang diberikan mertua tersebut, keluarga dari pihak istri membuat jambea yang nantinya diantar ke rumah mertua (keluarga suami).

Dalam membuat jambea ini, hendaknya harus ada orang tua kampung/tuha peut yang perempuan untuk sama-sama membuat jambea. Susunan jambea cukup unik, terdiri dari beberapa kue makanan khas Aceh yang disusun menjadi 11 lapis kue yang berbeda. Susunan tersebut punya aturannya, karena selain dilihat dari segi estetika juga mempunyai makna filosofi tersendiri dari setiap lapisan kue yang dibuat, begitu menurut informasi yang didapatkan oleh penulis dari orang tua kampung yang menyusun jambea tersebut.

Pada lapisan pertama, diletakkan lemang Baca(http://yellsaints.blogspot.co.id/search?q=tradisi+malamang), lapisan kedua kue timpan atau bahasa aneuk amee disebut dengan ‘lapek’. Lapisan ketiga ialah kue sapang, kue yang terbuat dari beras pulut dengan isi dalamnya kelapa gongseng. Lapisan keempat pisang goreng, kelima diletakkan keripik pisang, keenam pisang goreng lagi, ketujuh kemang loyang bunga, kedelapan kue sapik, kesembilan kemang loyang daun, kesepuluh kue kekarah dan yang kesebelas ditutupi dengan kue bunga.

serba serbi meugang
Susunan kue yang ada di dalam jambea

Setelah jambea siap disusun, kemudian kue-kue lainnya diisi dalam tempat yang lebih kecil disebut dengan edang. Setelah semua itu siap, keluarga dari pihak istri yang terdiri dari saudara-saudara ibunya atau tetangganya pergi bersama-sama mengatarkan jambea ke rumah mertua (keluarga suami). Di keluarga suami sudah ada beberapa orang yang terdiri dari saudara-saudara ibu suami dan tetangganya, untuk menunggu kedatangan keluarga dari pihak istri. Disinilah timbul nilai-nilai kekeluargaan antara pihak suami dan istri untuk mempererat hubungan tali silaturrahmi.

Jambea dan edang yang diberikan kepada keluarga suami itu nantinya akan diisi dengan sejumlah uang didalamnya. Semakin besar jambea yang dibuat, semakin besar pula jumlah uang yang diberikannya. Kebiasaan mengantar jambea ke rumah mertua ini, sudah menjadi tradisi di kehidupan suku aneuk jamee. Meskipun sekarang tidak semua lagi mengharuskan membuat jambea, namun jika suami istri itu berasal dari suku aneuk jamee, ada perasaan malu dari kedua belah pihak jika tidak melakukannya. Akan tetapi jika dari pihak laki-lakinya bukan berasal dari suku Aneuk Jamee atau biasa disebut sumando jauh (pendatang jauh/orang jauh), tidak perlu membuat jambea sepeti yang dijelaskan diatas.

IMG_20150613_152255
Jambea dan edang siap diantarkan ke rumah mertua

10 thoughts on “‘Jambea’ Untuk Mertua Sebagai Antaran Buka Puasa

    1. Iya Mas, maaf, baru bisa balas komentnya, setelah kepergianmu! Selamat jalan Mas, semoga Allah menepatkan di tempat yg terbaik untukmu. Lanjutkan pertualanganmu ke negri keabadian.

  1. Allahuma shali wasalim wabarik alaih, Sebuah kearifan lokal yang tiada duanya…aku selalu berkaca-kaca kalau membaca postingan yang kayak gini….Ya Allah mampukanlah kami semua menemui Romadhon tahun ini….Aamiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s